make it always fun all days

street

red flower

yellow flowergradient flower

source: me and my friend’s flickr

June 20th, 2010 at 3:39 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Menurut sebuah penelitian, paling tidak ada 8 keterampilan yang paling dibutuhkan perusahaan. Apakah Anda memiliki salah-satunya?

Selain nilai akademis tinggi, masa depan karir anda juga ditentukan oleh keterampilan yang dimiliki. Tapi, tak sedikit perusahaan yang lebih mengutamakan keterampilan ketimbang indeks prestasi pelamar kerja. Sebelum terlambat, ada baiknya Anda mengasah keterampilan di bidang-bidang berikut ini:

Bahasa asing
Menuju era globalisasi, penguasaan bahasa asing menjadi syarat mutlak rekruitmen pada setiap perusahaan. Karena itu, paling tidak Anda harus menguasi salah satu bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.

Teknis mesin
Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk perkembangan, kemajuan dan kontinuitas produksi. Bagian instalasi jaringan listrik dan elektronik, banyak dicari. Dengan spesialisai khusus, keterampilan ini bisa mengisi posisi di bidang teknologi telekomunikasi, otomotif, transportasi, dll.

SDM
Perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari satu orang, tentu membutuhkan orang yang bisa melakukan interaksi timbal balik dengan baik. Sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada interaksi tersebut, yang dimotori oleh orang yang memahami kebutuhan karyawan.

Programmer komputer
Perusahaan kini tengah menuju pada pemerataan sistem komputerisasi untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer.

Mengajar
Banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan.

Manajemen Keuangan
Bila Anda menguasai ilmu manajemen bisnis, akuntansi, investasi dan perencanaan keuangan perusahaan, maka Anda tak perlu kuatir tak mendapatkan pekerjaan. Hanya saja, Anda perlu membuktikan diri dulu.

Ilmu Kimia & Matematika
Kebutuhan pasar kerja akan sumberdaya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini, akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.

Memecahkan masalah
Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan yang efektif adalah salah satu yang paling dicari perusahaan. Dengan kemampuan itu, Anda layak menjadi bisnis administrator, konsultan manajemen, dan administrasi negara. (kcm)

June 14th, 2010 at 6:24 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Minggu, 16 Mei 2010 | 03:47 WIB

SAMUEL MULIA

Untuk pertama kalinya tahun ini, saya melangkahkan kaki ke sebuah universitas. Sebuah rumah pendidikan yang tak menarik hati saya. Dari dahulu sampai sekarang. Ya dosen-dosennya, ya belajar dan ujian akhirnya, serta membuat pekerjaan rumahnya. Tetapi, siang itu saya melangkah dengan perasaan rindu setengah mati. Bukan kepada semua yang saya sebut di atas. Tak mungkin bukan merindukan hal yang tak menarik hati?

Maha(siswa)

Saya rindu kepada masa menjadi mahasiswa, masa di mana soknya setengah mati. Bangga merasa sudah dewasa, menganggap mengerti segalanya. ”Ha-ha-ha… kamu suka gitu deh… suka lupa kalau sampai sekarang masih menganggap mengerti segalanya.” Suara hati itu memang ke mana-mana, maunya ikut saja.

Rasa rindu itu makin terasa saat melangkah masuk ruang perpustakaan yang berbeda dengan ruang yang pernah saya kunjungi nyaris tiga puluh tahun lalu. Dulu tak ada ruang berpendingin, tak ada lounge mewah di dalamnya. Melihat rak-rak penuh dengan buku, tempat duduk dengan mejanya untuk belajar dan membuat contekan, serta jadi tempat ngeceng membuat rasa kangen itu makin menjadi.

Siang itu saya datang memenuhi undangan acara talk show. Di hadapan saya ada sekitar lima puluhan mahasiswa yang muda, yang di antaranya sempat membuat kepala cenut-cenut. Acara berlangsung cukup ramai dengan penuh gelak tawa. Tetapi, setelah kembali ke dunia yang sesungguhnya, saya mulai berpikir mengapa mereka disebut mahasiswa.

Maha itu artinya ’besar sekali, paling, paling segalanya’. Jadi mahasiswa itu artinya siswa yang paling? Bisa paling kurang ajar, bisa paling santun? Apakah dengan predikat yang maha itu, mereka berhak mengenakan pakaian seperti baru bangun tidur, seperti yang saya perhatikan pada sore itu?

Saya tak tahu apakah maha dulu sama maha sekarang punya arti berbeda, dan ditanggapi dengan berbeda pula. Apakah maha itu sebuah predikat yang juga mampu membuat seorang dosen berkeluh kepada saya pada sore itu.

”Mahasiswa sekarang senangnya bikin sakit kepala. Kalau lagi kuliah, main BB. Nanti kalau tidak lulus, datang kepada saya dan ngomong gini. ”Pak, mbok tolong saya. Kalau saya nggak lulus, Bapak saya marah karena Bapak saya sudah tua dan uang yang dipakai sudah pas-pasan untuk menyekolahkan saya.” Di lain waktu, ada yang mengatakan begini. ”Pak, saya kan kerja juga selain kuliah. Mbok mohon pengertiannya.”

Maha (dosen)

Karena maha kah mereka bisa melakukan itu? Apakah itu yang disebut perilaku yang maha? Tentu saya tak mau dihajar sejuta mahasiswa kala mereka selesai membaca tulisan ini karena tak semua maha menjadi begitu. Tetapi, gambaran dan keluhan dosen pada sore itu membuat saya berkaca seperti biasa. Soal membuat orang lain harus bertanggung jawab atas kesalahan yang saya buat.

Mengapa saya begitu egoisnya menyeret orang untuk turut bertanggung jawab atas sesuatu yang tak mereka lakukan? Dan mengapa kemudian saya naik pitam karena mereka tak mau saya seret? Mahasiswa mau kerja sambil kuliah, atau mau tidak lulus dengan mengedepankan alasan kesulitan keuangan, itu juga bukan urusan dosen. Itu keputusan si Maha, yang mau kerja sambil kuliah, dan yang mau tidak bertanggung jawab untuk kuliah dengan baik.

Kalau tidak mampu, jangan menyuruh manusia lain bertanggung jawab atas ketidakmampuan itu. Mungkin sebaiknya sedikit berpikir tenang sebelum menghadap dosen. Tanyakan, kalau bisa beli BB, kok berkeluh uang kuliahnya pas-pasan?

Kalau dosen tak membantu, si Maha mulai mengomel. Dosen sialan lah, dosen gitu lah, gini lah. Nanti kalau dibantu, si Maha bisa jadi ngegosip, kalau dosen yang itu dan yang inu, bisa dirayu dengan mudah, hanya dengan menyodorkan alasan kelelahan batin serta fisik.

Dan tak tanggung-tanggung, sekarang curhat kejelekan dosen dibeber habis di Facebook, di Twitter. Itu bukan saya yang bicara, tetapi salah satu manusia senior di gedung pendidikan itu. Menjadi mahasiswa berarti diharapkan menjadi lebih dewasa ketimbang masa menjadi siswa SMA biasa. Tetapi, pertanyaannya kemudian, dewasa yang seperti apa?

Taksi yang saya tumpangi belum juga tiba di tempat tujuan karena sore itu Jakarta seperti biasa senangnya bercengkerama dengan kemacetan. Dan di tengah kemacetan itu ada pertanyaan. Begini. Maha-kah mereka kalau sampai mampu membuat dosen diletakkan pada posisi kefefet? Maha-kah mereka kalau di halaman pendidikan itu ada yang jualan narkoba, menghamili sesamanya, menyontek, bahkan mungkin ada yang menjadi pelacur?

Pertanyaan lain muncul. Mengapa dosen tak disebut mahadosen? Coba direnungkan apakah Anda pernah mendengar tanya jawab seperti ini.

Pertanyaan: ”Pak, kerja di mana ?

Jawaban: ”Di Universitas A?

Pertanyaan lagi. ”Kerja sebagai apa, Pak?”

Jawaban: ”Mengajar. Jadi dosen, Dik.”

Pernahkah Anda mendengar jawabannya begini: ”Jadi Mahadosen, Dik.”

Bagaimana dengan tanya jawab yang satu ini.

Pertanyaan: ”Dik, mahasiswa ya?”

Jawaban: ”Ya, Mas.” atau ”Bukan, Mas.”

Saya cuma mikir, ini yang patut bergelar maha itu yang mana ya?

source: KOMPAS, Minggu, 16 Mei 2010

June 13th, 2010 at 7:13 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Di bawah gunung kesepian bergulung dan memuncak
Dan pada hamparan dataran kuabadikan kecemasan
Tebing batu cadas dan pinus-pinus yang mendengus
Angin mengirim cuaca sembab.
Hujan tertahan awan
Dan dalam suasana temaram pohon karet berbaris
Sujud dalam sakit yang sama. Memberat ke arah
barat. Burung-burung pun datang dan pergi dalam 
irama yang pasti. Udara seakan sendu membatu
Dan hidup seperti tumpukan tenda yang dibangun 
dan diruntuhkan. Dan kematian pada tiang 
bendera di suatu perkemahan. Nyanyian yang rindu
dilantunkan petualang di antara lereng dan jurang
puisi karya: [lupa namanya.. maaf.]
February 2nd, 2010 at 5:09 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
SOE HOK GIE & IDHAN LUBIS
Mahameru, Gn. Semeru, 16 Desember 1969 – 16 Desember 2002
INDONESIAN GREEN RANGER
MAHAMERU
Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, kesana-lah Soe Hok Gie & Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis
24 Desember 1969
SANENTO YULIMAN
note: sedih, pengen ke semeru juga.. kira-kira skarang kondisinya masih siaga gak ya?
January 27th, 2010 at 6:19 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Seorang anak bertanya pada Allah SWT,
Kenapa Bundaku menangis?

Allah SWT menjawab,
Karena Bundamu seorang wanita.
Aku ciptakan sebagai makhluk yang sangat istimewa.
Aku kuatkan bahunya untuk menjaga dunia.
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman.
Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan manusia.
Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah.
Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra putrinya dalam keadaan apapun.
Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti putra putrinya sekalipun.
Aku beri dia kekuatan untuk mendorong suaminya berkarya.
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya.
Bundamu makhluk yang sangat kuat.

“Jika kau melihat Bundamu menangis, karena aku beri dia air mata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya dan untuk memberinya kekuatan baru”

January 5th, 2010 at 7:23 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Aku ingin engkau ada disini
Menemaniku saat sepi
Menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu
Ku hanya mencintai kamu
Ku hanya memiliki kamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Aku rindu setengah mati

Meski tlah lama kita tak bertemu
Ku slalu memimpikan kamu
Ku tak bisa hidup tanpamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Ku tak bisa hidup tanpamu
Aku rindu…

January 1st, 2010 at 7:32 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

new year!
hari yang ditunggu oleh semua orang.
2010, semoga menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya. amiin.

nu yers eve semalem bener-bener berkesan.
berkesannya bukan karena ada orang spesial ato apa. tapi banyak hal yg mendukung nu yers eve ini, jadi malam itu jadi berkesan banget, so sweet.
nu yers eve kali ini dimeriahkan oleh fireworks at BNR, fullmoon, and gerhana bulan..
wew, subhanallah..
nice!

dimulai dengan nonton Alvin and The Chipmunks 2 bareng un251 jam 5 sore. berlanjut makan di D’oryza (note: proftjes di situ enak juga, ketagihan, hehe). udah makan, jalan-jalan gak jelas nungguin sms kepastian d’acr buat ngumpul. setelah deal, kumpul deh di mas demo..
udah ngumpul, berunding lagi, deal lagi, jadi lah ke BNR. on the way ke BNR, macet parah itu mah. macet ke arah puncak, iihh, ilfil banget dah. untung gw gak jadi rencana ke puncak. sampe di BNR kita foto-foto, jalan-jalan nunggu countdown. pas countdown, dinyala’in deh fireworks nya.. kereeeenn banget! mana lg fullmoon, gunung salak keliatan jelas pula, sumpah, kereenn abisss! aaaa, gak nahan..
pertama kalinya gw tahun baruan di luar rumah (di bogor maksudnya, di bontang sering) dan pertama kalinya juga gw tahun baruan di kota (biasa di gunung salak mulu lagi ngelantik) dan pertaman kalinya juga pulang sampe larut pagi bersama un251 pula, hehe..
udah liat fireworks di BNR, langsung tancap gas pulang ke rumah. sampe dirumah dapet kabar kalo di luar lagi gerhana, langsung deh lari ke depan (ambil kacamata dulu, soalnya nggak keliatan, maklum, hehe) liat bulan nya..
beneerr, cantik banget deh bulannya.. terang benderang, pelan-pelan mulai tertutup bayangan hitam bulat.. wew, bener-bener….
nu yers yg gak bisa dilupa’in deh.. thanks Allah..

I hope this moment will be unforgettable of course in my life and in my mind.
that’s it. I’ll post a story again soon.
regards,

restyoo

January 1st, 2010 at 6:15 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

huaaahhh… akhirnya nyampe juga Puncak Gede (lagi?)
yak… untuk yang ke 3 kalinya gue menginjakkan kaki di puncak Gunung Gede.. kali ini maksudnya pengen liat sunset sekaligus ber-Nostalgia, eh nyampe sana ujan deres banget. alhasil ngecamp deh di puncak sekunder. bawa tenda 2 biji, banjir semua dalemnya. sial banget! padahal target gue mo ngecamp di alun-alun, liat bintang, dan pastinya kering, nggak banjir. tapi gak apa-apa, karena itu gue jadi bisa liat sunrise n’ foto belakang puncak pangrango. haha.
seneng deh, pertama kalinya gue naik gunung bukan sama anak pasma. temen-temen kampus semua, beda jurusan, tapi asikk.. gak nyangka, pada gokil semua. walopun gue cewek sendiri di antara mereka, mereka ngehargain itu, mereka hormatin. gak ada pelecehan, makanya gue seneng banget. hehehe. jadi pengen naik bareng-bareng mereka lagi.
kalo diinget-inget dari kronologi nya, kita berangkat tanpa perencanaan. maju mundur tanggal berangkatnya, jadi gak jadi naiknya. akhirnya jadi tjuga pendakiannya tanggal 25-26 Desember 09. semua perbekalan dan perlengkapan dalam keadaan darurat. prihatin parah deh itu mah. tapi itulah kita, yang penting kita semua senang. hehe. itu kronologi persiapan sebelum keberangkatan. kronologi perjalanan, hmm… lumayan juga. ternyata di luar dugaan gue selama ini.
pertama, slamet: gesit, cepet, mantep, cara jalannya mirip oki pal 233
kedua, satria: kecil-kecil jago juga jalannya, gesit (iyalah, barang yg dibawa enteng semua, haha)
ketiga, imam: gue pikir pas naik kaya kura-kura, ternyata lumayan cepet juga dengan bawaan yg enteng tapi carriernya tetep berat (berat sama rangka), pas turunnya doank “aduuhh, engkel gue” wahahaha.
keempat, adfizar: hmm, maklum lah baru pertama kali. masih adaptasi, jalannya sedang-sedang aja. langkahnya sama kaya gue.
kelima, abim aka apak’: kirain gue gesit, ternyata… ya lumayan lah, langkahnya gak jauh beda sama gue. hehe
keenam, ridwan: dia itu angkatan 46 bukan 45. mukanya emang dari sono nya, bukan salah bunda mengandung. hehe
nah, begitulah kira-kira gambaran para personilnya.
ini foto-foto waktu kita di puncak gede..

ih, cakep banget dah puncak pangrango nya keliatan.. hehe
ketagihan naik gunung nih jadinya..

-250-
sekian cerita untuk gunung gede.. tunggu perjalanan resty selanjutnya, okaii…
regards,
restyoo
December 27th, 2009 at 9:38 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

*Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward.
You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

*The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You are not looking merely for a girl/boyfriend – you are looking for your life partner.
Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.

*Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person.
And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

*The seriousness of your love:
You like to flirt and behave seductively.
The opposite sex finds this very attractive, and that’s why you’ll always have admirers hanging off your arms.
But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?

*Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

*The right job for you:
You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income.
Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

*How do you view success:
You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

*What are you most afraid of:
You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people.
It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

*Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues.
Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

December 13th, 2009 at 1:59 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink